Tuesday, January 6, 2015

Gratis! Video training Network Engineer+ (CCNA+)

Jawdat didirikan tahun 2012 untuk mewujudkan mimpi men transformasi generasi muda Indonesia untuk menjadi global competitive professional. Kita ingin mencetak Next Generation Workforce, professional masa depan, dengan menjadi Global Consulting company yang mengerjakan project network consulting di Indonesia maupun di berbagai negara. Kita menciptakan berbagai training custom untuk melatih para professional yang kemudian disalurkan ke berbagai company global maupun kita rekrut sendiri untuk mengerjakan project-project consulting.

Di tahun 2014 Jawdat tumbuh dari segi human capital 250% dan revenue 120% Year over Year. Dari revenue growth 120% YoY Jawdat di 2014, 65% berasal dari consulting project di global market dan 35% advanced training. Dan prestasi di 2014 juga ditandai dengan berdirinya Jawdat Technology Solutions di Dubai dan kita mendapat project next generation Data Center dari pemerintah UAE. Thank God. Alhamdulillah. Dan terima kasih untuk team, customer dan partner!

Sebagai ucapan terima kasih untuk Indonesia Jawdat akan melepas video training program Network Engineer+ (CCNA+) gratis ke publik buat membantu mereka yang mau belajar pengetahuan fundamental computer networking secara mandiri.


Program Network Engineer+ kita buat awal 2013 lalu karena kita sudah bosan melihat orang-orang di lapangan yang bersertifikasi CCNA, tapi tidak bisa mengerjakan pekerjaan seorang Network Engineer yang sebenarnya. Sertifikasi CCNA memang menunjukkan kualifikasi Network Engineer level pemula, jadi tidak diharapkan untuk mengerjakan project yg kompleks, tapi minimal bisa melakukan pekerjaan dari physical installation, troubleshooting problem sederhana sampai membuat dokumentasi.

Kita ingin menciptakan generasi penerus Network Engineer Indonesia baru, yang memiliki skill teknis selevel CCNA tapi juga tahu solusi jaringan secara keseluruhan, mengerti teknologi lain seperti wireless dan security, memiliki skill hands on untuk konfigurasi dan juga troubleshooting, mampu membuat dokumentasi dan kemampuan di luar skill teknis seperti komunikasi dan pengalaman project, sehingga akan banyak lahir para Network Engineer+ yg memiliki skill komplit yg relevan dengan pekerjaan di dunia nyata.

Program NE+ menggunakan metode belajar "blended" mentoring dengan online platform sehingga memberi kesempatan peserta untuk belajar kapan saja, di mana saja, sesuai kecepatan masing-masing peserta, namun tetap ada kesempatan untuk belajar di kelas. Setiap peserta harus menonton video, berdiskusi dan membuat tugas yang harus dikerjakan selama 23 hari (maximum sampai 6 bulan) sampai akhirnya peserta membuat final project untuk membuat design network. Kita mengadakan webex reguler setiap minggu dibimbing oleh group mentor berisi para professional bersertifikasi CCIE sampai CCSI, yang juga bekerja sebagai engineer dan consultant di lapangan, sehingga mereka bisa berbagi pengalaman kerja di dunia nyata.

Dalam 2 tahun sudah ratusan orang yang mengikuti program ini. Program NE+ juga ditawarkan oleh partner company Jawdat di berbagai kota seperti Medan, Balikpapan dan Makasar. Sampai sekarang sudah banyak peserta yg telah berhasil menyelesaikan program ini dan ada beberapa yang lulus dgn peringkat “Distinguished” karena mereka bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk menghasilkan tugas akhir berupa dokumen High Level Design yang sangat baik.

Raw video training NE+ bisa diakses di channel Jawdat Indonesia di youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCzTjsLs3t9VIN32-e6gjfxA

Buat mereka yang masih tetap merasa kesulitan untuk belajar mandiri dengan menggunakan video tersebut, silahkan hubungi info@jawdat.com untuk mengikuti program mentoringnya. Keuntungan mengikuti program NE+ sebagai berikut:

- video training sudah di refine
- online learning platform untuk tugas dan forum
- dipandu oleh mentor bersertifikasi dan berpengalaman
- sesi webex setiap minggu
- tugas harian dan latihan hands on di lab
- individual assignment dan tugas akhir men design network
- kesempatan mengikuti workshop di kelas

Semoga bermanfaat.

Monday, December 1, 2014

Riftadi dan Network Engineer Reloaded


Hari ini Mohammad Riftadi resmi bergabung dengan Jawdat sebagai Solutions Architect. Riftadi adalah professional network dengan total pengalaman lebih dari 7 tahun, mulai dari menjadi admin network di kampus sampai menjadi engineer dan consultant untuk beberapa perusahaan Cisco gold partner di Indonesia. Selain berpengalaman di berbagai tipe project, Riftadi juga memiliki sertifikasi CCIE di track Routing & Switching dan Service Provider. Tapi sertifikasi bukan alasan mengapa saya pribadi merekomendasikan ke Jawdat untuk menerima dia bergabung.

IMO ada beberapa phase untuk deployment dan meng operasikan suatu network:

Phase I: All manual configuration through CLI

Bahkan Arista Networks CEO Jayshree Ullal pernah bilang kalau CLI "it’s the way real men build real networks today.” Programming network, fine tune protocols, troubleshooting dan traffic engineering dulu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Command Line Interface (CLI). Ini mengapa CCIEs were kings, karena orang harus mencapai level CCIE untuk mengerti bagaimana cara melakukan konfigurasi dan troubleshoot suatu network yang kompleks.

Phase II: Write once, run it many times

Dengan semakin banyaknya jumlah network device yang harus di deploy dan di manage, tentunya menggunakan CLI manual configuration sudah tidak scalable dan cenderung error-prone. Kata kunci untuk scalable network adalah: standarisasi design dan automasi dengan scripting. Ada banyak network di dunia yang menggunakan template design yang konsisten untuk deployment di lokasi yang berbeda. Automasi bisa menggunakan TCL script built-in di network device atau python script di external server untuk mem push configuration, me retrieve informasi dari device sampai membuat korelasi antar event yang terjadi.

Phase III: Full automation but still in silos

Bayangkan ketika setiap komponen yang ada di network sudah menggunakan full automation. Semua network device di deploy dan di manage oleh suatu central management console yang melakukan automasi dari fungsi configuration, logging dan lain-lain. Demikian juga dengan semua security device seperti firewall, deep packet inspection dan intrusion prevention system, ada central security console buat mengatur itu semua. Demikian juga dengan application device seperti load balancer, bandwidth management sampai ke traffic compression device. Tapi semua fungsi automasi tersebut dilakukan secara terpisah. Ketika ada aplikasi baru yang akan diluncurkan, network admin akan meng automasi deployment dengan management console nya. Security admin akan meng automasi deployment dengan security consolenya, dan seterusnya. Full automation indeed, but still in silos.

Phase IV: Fully programmable and orchestrated network

Ini janji Software Defined Network. Ini janji vendor network seperti Cisco dengan Evolved Programmable Network dan Application Centric Infrastructure. Janji yang menyatakan bahwa akan ada central orchestration yang mengatur fungsi automasi dan programmability dari network. Ketika ada central system yang bisa menterjemahkan kebutuhan untuk meluncurkan aplikasi baru ke berbagai requirement yang akan di eksekusi secara otomatis oleh network management console, security management console, application management bahkan sampai ke management dari OS virtualization dan storage. Banyak vendor network yang meluncurkan 'Master' network controller untuk bisa memenuhi janji dalam meng automasi dan meng orchestra network. Inisiatif open source pun banyak yang berkembang pesat ke arah ini, termasuk dengan lahirnya platform OpenStack yang disebut-sebut sebagai orchestration tool untuk public dan private cloud network dari skala yang kecil sampai ke yang sangat besar seperti massive scale data center.

Saya tidak bilang ke Riftadi kalo CCIE sudah tidak dibutuhkan lagi. Tapi saya merekrut dia bukan karena sertifikasi yang dimiliki, tapi karena Riftadi bersedia untuk belajar banyak hal baru dari nol. Belajar tidak hanya untuk bisa membangun network Phase II di atas, tapi sampai ke Phase IV. Dia bersedia bahkan seolah-olah untuk reload, untuk unlearn, untuk melupakan banyak prinsip yang dipelajari ketika belajar CCIE dengan menggunakan CLI, agar bisa belajar bagaimana bisa membangun fully programmable and orchestrated network.

Tugas pertama Riftadi adalah untuk terjun ke project Next Generation Data Center yang sedang kita kerjakan di Middle East di mana kita membangun dari sisi next generation fabric sampai ke level aplikasi dan database seperti Big Data dengan menggabungkan solusi dari vendor besar dan open source.

Tugas kedua, yang tidak kalah penting, adalah untuk menyiapkan program akselerasi buat nework engineer yang mau melakukan transformasi diri. Mereka yang mau berubah dari seorang engineer yang biasa bekerja dengan CLI, untuk mau naik ke Phase II dan berikutnya. Yang mau belajar tentang scripting dan software defined network secara lebih mendalam.

Dalam waktu dekat Jawdat akan meluncurkan berbagai program training yang berhubungan dengan network programmability seperti Python dan OpenStack. Program-program ini ditujukan buat network engineer yang mau bertranformasi menjadi Network Programmability Engineer. Mereka yang di Jawdat kita definisikan sebagai "Workforce of the Future".

Untuk bisa melakukan transformasi diri, kadang diperlukan untuk unlearn. Memulai lagi belajar dari nol dengan melupakan berbagai konsep yang sudah dipelajari agar pikiran lebih terbuka. Kadang untuk belajar suatu hal yang benar-benar baru, kita harus reload apa yang sudah kita tahu.

Siapa yang mau reload seperti Riftadi?

Tuesday, October 21, 2014

DEW: SP NGN dan CCIE Indo Dinner


Insha Allah saya akan berada di Jakarta untuk suatu urusan, sekalian akan mengajar langsung kelas Design Expert Workshop: SP NGN tanggal 10-12 November.

Ini adalah workshop unik 3 hari satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia, yang berfokus di aspek design sambil membangun high level design komplit dari suatu SP NGN dari layer Transport sampai Services beserta QoS dan High Availability. Akan banyak diskusi interaktif tentang design dan juga group work. Selesai workshop diharapkan para peserta mengerti detil design SP dan mengetahui bagaimana membuat high level design NGN.

Saya merancang workshop ini berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mendesign network customer khususnya SP NGN di Asia Pacific, Europe, Middle East dan Africa. Sekedar informasi workshop ini juga ditawarkan di internal Cisco untuk mentraining consulting engineer baru.

Jika ada waktu saya juga akan membawakan "SP NGN of the Future" untuk membahas perubahan design di SP NGN di dunia dengan semakin maraknya teknologi SDN dan NFV.
 
Yang tertarik silahkan kontak: info@jawdat.com

Sekalian ingin mengumumkan rencana untuk mengadakan dinner ekslusif hanya untuk CCIE Indonesia. Selain untuk ber silaturahmi dan social networking, di kesempatan ini saya juga akan memberikan pandangan tentang masa depan CCIE dan juga teknologi networking, dengan munculnya paradigma SDN, NFV sampai ke IOT.

Rencananya dinner akan diadakan pada tanggal 12 Nov malam. Lokasi di kawasan Pejompongan. Para CCIE Indo (yang sudah lulus ujian lab) bisa mendaftar dengan menyertakan nama lengkap, nomer CCIE, email dan kontak, beserta tempat bekerja sekarang, agar kita bisa reservasi tempat.

Silahkan para CCIE Indo untuk mendaftar dinner ke: afilia@jawdat.com

Saturday, September 27, 2014

CCIE R&S v5 Bootcamp di Dubai!


Jawdat akan mengadakan CCIE R&S V5 Bootcamp di Dubai, UAE, yg merupakan training international pertama kita. Kesempatan buat professional Indonesia di Middle East untuk mengikuti Bootcamp berbahasa Indonesia dgn harga yg kompetitif:

- CCIE R&S dgn materi terupdate V5
- 5 hari full selama 22 - 26 Desember 2014
- pengajar konsultan Indonesia berpengalaman bersertifikasi CCIE dan CCSI
- teori beserta contoh (di kelas) dan mock lab dan TS (via webex)
- akses ke platform online CCIE93 selama 12 bulan untuk belajar bersama dan mengikuti pembahasan mingguan lewat Webex

Disarankan untuk mendaftar dari sekarang sehingga bisa mempersiapkan diri secara online menggunakan platform CCIE93, agar bisa lebih siap mengikuti bootcamp ini.
Yang tertarik silahkan menghubungi info@jawdat.com

Tuesday, September 2, 2014

Jawdat Update - September 2014

Jawdat didirikan 2 tahun yang lalu untuk mewujudkan mimpi. Mimpi untuk melihat lebih banyak orang Indonesia berkompetisi di global market. Mimpi melihat konsultan Indonesia mengambil alih pekerjaan di negri sendiri yang sampai sekarang masih banyak dilakukan oleh konsultan asing. Mimpi bisa menghasilkan lebih banyak professional Indonesia yang memiliki kompetensi dan pola pikir global.

Untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut Jawdat memilih untuk menjadi perusahaan Global Consulting di industri jaringan komputer. Kita mengerjakan project consulting di Indonesia maupun di negara-negara lain seperti di Middle East dan Afrika. Dalam mengerjakan project kita selalu menggunakan resource professional Indonesia. Ketika dibutuhkan untuk meng upgrade skill dari resource, maka kita mengadakan training baik secara online maupun kelas di Jakarta.

Anggota team Jawdat sendiri juga berevolusi. Ada yang dulu terlibat membangun Jawdat dari nol yang sekarang bekerja di Cisco. Jodi, peserta pertama CCIE bootcamp kita yang ikut membantu beberapa project penting termasuk menjadi project manager untuk project di Nigeria, bulan lalu diterima bekerja sebagai konsultan di NSN. Didit yang merupakan mentor utama program Network Specialist+ dan Network Engineer+ diterima bekerja di Global Knowledge.

Dan bulan ini kita kedatangan anggota baru: Aditya Hananto. Aditya sudah dikenal luas di komunitas jaringan komputer dan pernah bekerja di perusahaan seperti Inixindo dan XL. Hampir 10 tahun terakhir dia bekerja sebagai konsultan network independen yang memberikan berbagai training program sertifikasi Cisco dan Juniper, dan juga terlibat mengerjakan berbagai project di Indonesia sampai di Saudi Arabia.

Nantinya Aditya akan menjadi Senior Technical Instructor di Jawdat sekaligus bertanggung jawab membuat program-program training baru sesuai kebutuhan industri. Di Jawdat kita memang memiliki berbagai training program sertifikasi, tapi kita juga sering berinovasi dan membuat banyak training custom seperti IP/MPLS for Mobile Operator, IPv6, IOS XR, QoS, High Availability, Internet BGP, Python for Network Engineer, IP NGN Bootcamp, Design Expert Workshop dan lain-lain.


Selain itu kita juga baru mendirikan perusahaan di Dubai, UAE, sebagai kantor utama buat Jawdat group. Perusahaan dengan nama Jawdat Technology Solutions ini berfokus di Intelligent Infrastructure and Network Programming dan nantinya akan menjadi hub buat menyalurkan professional Indonesia ke project di berbagai negara. Project yang sekarang sedang kita tangani adalah Next Generation Data Center Network untuk pemerintah UAE, dan sejak beberapa bulan lalu salah satu Network Programmability Engineer kita sudah tinggal di Dubai untuk mengerjakan project ini.

Selamat datang buat Aditya. Terima kasih Jodi dan Didit.

Dan terima kasih buat semua customer Jawdat, partner, serta komunitas yang sudah bersama-sama membantu kami dalam mewujudkan mimpi-mimpi ini.

Regards,
Himawan Nugroho
Chairman at Jawdat Teknologi Indonesia
Solutions Architect at Cisco Systems
3xCCIE#8171 (R&S, Sec, SP), CCDE#2013::18

Monday, August 18, 2014

Pesan Yang Terpotong, Tentang CCIE


Saya mulai belajar tentang computer networking dari awal tahun 2000. Buat seseorang yang tidak punya latar belakang di bidang IT sama sekali (saya lulus kuliah tahun 1999 dari jurusan Teknik Mesin), program sertifikasi dari Cisco merupakan berkah karena bisa memberikan panduan dalam belajar. Saya mulai dengan lulus CCNA setelah mengikuti training di Inixindo, kemudian dengan belajar otodidak mampu lulus CCNP, CCDA, CCDP sampai ujian CCIE written hanya dalam waktu kurang lebih 6 bulan.

Pada saat itu jumlah CCIE di Indonesia tidak banyak, bahkan jumlah CCNA pun pada saat itu masih kurang dari 300 orang! Jumlah CCIE Indonesia yang sedikit membuat mereka menjadi kelompok elit. Sangat sulit untuk bisa bertemu dan berdiskusi tentang persiapan belajar dengan mereka waktu itu, kecuali kalau kebetulan satu kantor atau ketemu pas melakukan project. Ditambah lagi materi belajar yang tidak terlalu banyak, sedikitnya jumlah orang Indonesia yang belajar itu, dan informasi yang simpang siur, membuat sangat sulit untuk mempersiapkan diri untuk ujian CCIE.

Ketika akhirnya saya lulus ujian lab di Tokyo tahun 2001, saya mencoba membantu para kandidat CCIE Indonesia dengan cara membagikan tips dan tricks dalam belajar. Saya sering menjawab email untuk berbagai pertanyaan non-NDA dari banyak orang. Saya juga mulai menulis blog tentang persiapan CCIE, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang membuat saya menambah banyak koneksi dengan para professional baik dari dalam dan luar negri.

Secara langsung atau tidak, saat itu saya mengirimkan pesan berikut:

Bahwa setiap orang bisa menjadi CCIE, kalau mau.
Bahwa CCIE bisa dicapai dengan dedikasi, strategi dan kerja keras.
Bahwa memiliki CCIE bisa membuka kesempatan buat berkompetisi global.


Saya adalah bukti hidup dari ketiga pesan di atas. Saya yang tidak punya latar belakang kuliah di IT bisa mendalami networking karena ada program sertifikasi. Saya yang prestasi selama kuliah biasa-biasa saja bisa lulus menjadi satu dari kurang 20 CCIE Indonesia saat itu. Saya yang belum fasih dalam berbahasa Inggris waktu itu bisa mendapat banyak tawaran untuk bekerja di luar negri, hanya karena punya CCIE.

Saya akui, pesan-pesan di atas bukanlah pesan-pesan yang jelek.
Tapi itu semua adalah pesan yang terpotong. Pesan ini tidak komplit.

Akhir-akhir ini saya melihat banyak orang, baik orang Indonesia maupun orang luar, yang menjadikan CCIE sebagai tujuan akhir. Banyak yang mendengar pesan saya, atau melihat apa yang saya lakukan, dan merasa mereka akan bisa mencapai apa yang sudah saya capai selama ini, dengan mengandalkan CCIE. Lulus CCIE menjadi target utama, bahkan membuat banyak orang mencoba lulus ujian dengan menggunakan semua cara.

Kenyataannya?

Saya akan memberi contoh dengan tiga kasus jika kita masih bekerja sebagai karyawan (bukan entrepreneur). Di mulai dari pada saat proses seleksi masuk, kemudian ketika sedang berkarir di dalam perusahaan, dan pada akhirnya ketika terjadi pemecatan.

Kasus 1: Proses seleksi masuk

Apakah betul punya CCIE akan otomatis membuat mudah mendapatkan pekerjaan? Yordan, salah satu mentee CCIE93, berhasil masuk Schlumberger di Dubai walau tidak punya CCIE. Bahkan sertifikasi terakhir hanya punya CCNA. Hebatnya di proses seleksi dia bisa mengalahkan kandidat-kandidat lain yang punya CCIE.

Saya sering menginterview CCIE, bahkan ada yang punya dua CCIE, untuk penerimaan consulting engineer baru Cisco. Banyak dari mereka yang tidak lewat proses seleksi awal karena mereka hanya tahu cara untuk lulus CCIE. Banyak yang hanya tahu cara melakukan konfigurasi tanpa mengerti konsep mendalam.

Saya sendiri mendapat kesempatan interview di Cisco tahun 2006 bukan karena punya sertifikasi CCIE. Tapi kesempatan datang karena koneksi yang merekomendasikan berdasarkan reputasi yang saya bangun. Skill yang dibangun ketika belajar CCIE membuat saya mengerti konsep teknologi networking, yang membantu saya melewati proses interview teknis.

Kasus 2: Berkarir di perusahaan

Banyak orang yang bekerja keras tapi tidak mendapat promosi. Saya sudah sering bilang, kerja keras itu tidak cukup untuk mendapat promosi. Karena sebenarnya ketika kita direkrut memang sudah diharapkan  untuk bekerja keras dengan bayaran yang diberikan.

Punya satu atau lebih CCIE bisa jadi tidak relevan untuk berkarir di  perusahaan. Jika perusahaannya bergerak di bidang training misalnya, bisa jadi punya banyak CCIE akan membuat karir semakin maju karena akan membuat kita bisa mengajar di berbagai track CCIE yang berbeda-beda. Tapi untuk menjadi consultant misalnya, lebih utama untuk memiliki skill consulting bukan sertifikasi CCIE.

Di Cisco setiap engineer atau consultant diharapkan punya minimal satu CCIE, karena kita harus mendukung program sertifikasi yang kita buat. Tapi punya satu saja sudah cukup. Saya sendiri di Cisco mendapat promosi sampai menjadi Solutions Architect, bukan karena saya punya CCIE dan CCDE. Tapi karena saya bisa berkontribusi aktif dan membantu mengembangkan bisnis Cisco dengan cara membuat solusi teknis dan menjadi trusted advisor buat customer.

Kasus 3: Ketika terjadi layoff atau pemecatan

Ketika terjadi pemecatan, apakah punya sertifikasi seperti CCIE bisa menjadi jaminan untuk selamat? Yang lebih bisa menjadi jaminan tentunya adalah apakah kita relevan untuk kondisi perusahaan saat itu. Apakah skill yang kita miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat itu.

Saya punya teman di Cisco yang lulus CCDE bareng di London, dan dia kena layoff tahun lalu. Selama 8 tahun di Cisco saya sudah selamat layoff berkali-kali bukan karena saya punya banyak sertifikasi, tapi karena pada saat terjadi layoff skillset saya masih relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Jadi pertanyaan paling penting adalah: Apakah kita relevan?
Pertanyaan ini penting untuk melewati proses seleksi masuk, untuk berkarir dan juga ketika menghadapi layoff atau pemecatan.

Seharusnya pesan saya tentang CCIE ditambahi hal berikut:

Bahwa CCIE itu penting tapi bukan segalanya. CCIE mungkin bisa penting ketika melamar kerja, misal ketika tidak ada lagi faktor pembeda antara kandidat yang melamar. Tapi seandainya satu kandidat lebih memiliki sesuatu yang dibutuhkan perusahaan, walau dia tidak punya CCIE, maka kemungkinan besar dia yang terpilih.

Bahwa yang terpenting itu adalah proses dalam mencapai CCIE yang seharusnya bisa memberikan koneksi karena belajar bersama kandidat lain. Proses belajar CCIE bisa membangun skill yang sebenarnya dengan mengerti konsep teknologi secara detil yang di validasi dengan banyak latihan. Proses belajar CCIE bisa membuat kita menambah pengalaman walau hanya sebatas di lab.

Dan bahwa yang terpenting itu untuk suatu perusahaan bukan semata-mata memiliki sertifikasi seperti CCIE. Tapi apakah skill yang kita punyai relevan dengan kepentingan perusahaan. Belasan tahun yang lalu hanya punya sertifikasi CCIE saja mungkin sudah cukup karena pada saat itu sangat dibutuhkan perusahaan. Tapi sekarang setiap individu harus mempunyai sesuatu untuk ditawarkan ke perusahan, harus mempunyai nilai yang bermanfaat buat mendukung bisnis perusahaan, baik punya sertifikasi CCIE atau tidak.

Ini adalah pesan saya yang komplit tentang CCIE, untuk mereka yang sedang belajar maupun yang sedang berpikir untuk memulai mengejar CCIE.

CCIE itu penting, tapi lebih penting adalah proses dalam mendapatkannya. Proses mengejar CCIE harus bisa memberikan koneksi, skill dan pengalaman. Networks, Skills, Experience. Dan jangan lupa untuk selalu membuat diri relevan dengan kebutuhan perusahaan, di mana pun kita berada.

Selamat ulang tahun, Indonesia.

Himawan Nugroho
3x CCIE #8171, CCDE #20130018

Tuesday, August 5, 2014

SDN Webex for Indonesia - Part 2


Eid Mubarak.
Selamat lebaran buat yang merayakan. Dan mohon maaf lahir batin.

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia bulan Agustus, setiap 2 minggu sekali kita akan mengadakan "SDN Webex for Indonesia". Pembahasan berfokus di teknologi Software Defined Network dari teori sampai contoh implementasi, dengan pembicara rekan-rekan professional Indonesia yang bekerja di perusahan global seperti Cisco Systems, Cyan Inc dan Juniper Networks.

Sesi SDN pertama sudah dibawakan oleh Hinwoto pada hari Minggu 27 Juli lalu yang membahas SDN pada Service Provider (SP) masa depan. Sesi kedua hari Minggu ini 10 Agustus 2014 jam 1 siang WIB akan dibawakan oleh Dwi.

Seiring dengan evolusi networking yang mengarah ke software, apakah keamanan, kamuflase, dan kompleksitas jaringan komputer masih diperlukan? Apakah siklus teknologi mulai dari perancangan, pengadaan, perawatan, dan pengembangan harus terpaku ke banyak pihak, ataukah bisa berpusat di satu kesatuan? Sesi webex kali ini membahas kemungkinan ke depan dari teknologi (termasuk jaringan komputer sebagai contoh kecil), dan penerapannya.

Dwi adalah salah satu anggota tim pendukung teknis dari Cyan Inc yang berpusat di California, USA. Pengalaman beliau yang hampir dua dekade, mencakup area network engineer, security engineer, system engineer, quality assurance, dan field engineer di beberapa negara. Sebagai pendiri DCT Enterprise yang meiliki visi ke depan untuk menyamaratakan pendidikan dan pelatihan teknis, Dwi meluangkan waktunya dengan tetap menimba pengetahuan dan berbagi pengalaman dari rekan-rekan teknis yang ditemui hampir di segala kalangan.

Biaya untuk ikut: gratis.

Silahkan membaca FAQ berikut dan link buat pendaftaran sesi SDN Webex pertama hari Minggu 10 Agustus 2014 jam 1 siang WIB ada di bagian bawah.

Regards,
Himawan Nugroho
Chairman at Jawdat Teknologi Indonesia
Solutions Architect at Cisco Systems
3xCCIE#8171 (R&S, Sec, SP), CCDE#2013::18

Apa tujuan dari SDN Webex?
Belajar teknologi Software Defined Network dari teori sampai contoh implementasi

Apa topik yang akan dibawakan?
Semuanya tentang SDN dengan fokus pembahasan dari berbagai sudut yang berbeda karena pembicaranya adalah professional yang sekarang bekerja di perusahaan global yang berlainan. Sesi pertama pembicaranya adalah Hinwoto dari Cisco. Sesi kedua pembicaranya Dwi dari Cyan. Dan sesi selanjutnya akan dibawakan oleh Irzan dari Juniper

Bagaimana format acara?
Sesi webex selama 1-2 jam, di mana pembicara akan presentasi tentang materi disertai tanya jawab langsung

Siapa pembicaranya?
Sementara ini sudah ada Hinwoto, Dwi dan Irzan. Mudah-mudahan akan ada rekan-rekan pembicara lain yang tertarik bergabung

Apakah harus menyumbang 100 ribu rupiah seperti Ramadan Webex?
Tidak perlu. Tapi jika ingin meneruskan kebiasaan belajar sambil beramal, terutama di bulan suci Ramadan ini, kami persilahkan

Kemana harus membayar jika mau menyumbang?
Bisa ke Baitul Mal, dompet dhuafa, rumah yatim piatu, ke mesjid, ke lembaga penerima sedekah lain, dan juga lembaga charity maupun tempat-tempat ibadah lain sesuai dengan kepercayaan yang dianut

Apakah harus lapor dan kirim bukti kalau benar menyumbang?
Tidak perlu. Urusan pembayaran itu urusan pribadi masing-masing orang dengan Nya

Bagaimana cara mendaftar buat sesi SDN Webex?
Gunakan link berikut untuk sesi hari Minggu 10 Agustus 2014:
https://cisco.webex.com/ciscosales/j.php?ED=279126992&RG=1&UID=2383344132&RT=MiMxNTQ%3D

Untuk Email tolong di isi dengan benar karena link webex invite akan dikirimkan ke sana. Semua pendaftar akan kita coba approve paling lambat sehari sebelum sesi.