Monday, July 7, 2014

Ramadan Webex 2: IPv6



Ramadan Kareem.

Selamat menjalankan ibadah puasa buat yg beragama Islam. Dan mohon maaf lahir batin sebelumnya.

Di bulan Ramadan ini kami dari Jawdat mengajak rekan-rekan buat belajar sambil beramal, dengan mengadakan acara “Ramadan Webex” yaitu sesi virtual meeting webex setiap hari Minggu jam 1 siang WIB dengan berbagai topik berhubungan dengan teknologi jaringan komputer khususnya di Next Generation Networks (NGN).

Topik kedua untuk hari Minggu, 13 Juli 2014 adalah IPv6: Beyond Address Exhaustion, di mana saya akan melanjutkan cerita tentang Budi dan Pandawa 5 Networks yang ingin melakukan proses transisi ke IPv6. Pembahasan mencakup IPv6 Transition Strategy and Technologies, IPv6 Management, IPv6 over MPLS sampai ke IPv6 Deployment and Planning.

Biaya untuk ikut: menyumbang Rp 100,000,- per peserta per sesi.

Pembayaran dapat dilakukan ke Baitul Mal, dompet dhuafa, rumah yatim piatu, ke mesjid, ke lembaga penerima sedekah lain, dan juga lembaga charity maupun tempat-tempat ibadah lain sesuai dengan kepercayaan yang dianut, dengan caranya masing-masing.

Silahkan membaca FAQ berikut dan link buat pendaftaran sesi pertama hari Minggu 13 Juli 2014 jam 1 siang WIB ada di bagian bawah.

Regards,
Himawan Nugroho
Chairman at Jawdat Teknologi Indonesia
Solutions Architect at Cisco Systems
3xCCIE#8171 (R&S, Sec, SP), CCDE#2013::18

Apa tujuan dari Ramadan Webex?
Belajar teknologi jaringan komputer seperti NGN sambil beramal

Apa topik yang akan dibawakan?
Minggu lalu topiknya adalah NGN. Minggu kedua topik pembahasan tentang IPv6. Topik berikutnya masih dipikirkan dan bisa tentang LISP sampai SDN

Bagaimana format acara?
Sesi webex selama 1-2 jam, di mana pembicara akan presentasi tentang materi disertai tanya jawab langsung

Siapa pembicaranya?
Sementara ini baru ada saya sendiri. Mudah-mudahan akan ada rekan-rekan pembicara lain yang tertarik bergabung

Mengapa harus menyumbang 100 ribu rupiah?
Sambil belajar sambil beramal, terutama di bulan suci Ramadan ini. Setiap pembicara pun harus membayar sebelum bisa presentasi

Kemana harus membayar?
Bisa ke Baitul Mal, dompet dhuafa, rumah yatim piatu, ke mesjid, ke lembaga penerima sedekah lain, dan juga lembaga charity maupun tempat-tempat ibadah lain sesuai dengan kepercayaan yang dianut

Apakah harus lapor dan kirim email beserta bukti pembayaran?
Tidak perlu. Urusan pembayaran itu urusan pribadi masing-masing orang dengan Nya

Bagaimana jika tidak mampu bayar?
Use your own judgement. Apakah memang benar-benar tidak bisa membayar? Apalagi setiap pembayaran yang dilakukan akan mendapat ganjaran baik langsung di dunia ini dan di after life

Bagaimana jika saya tidak bayar tapi tetap mendaftar?
Kita tidak akan mempermasalahkan. Kita tidak akan menanyakan. Itu urusan pribadi masing-masing orang dengan yang di atas

Bagaimana jika saya benar-benar tidak mampu menyumbang 100 ribu?

Silahkan menyumbang semampunya, kemudian mendaftar dan ikut sesi ini

Bagaimana cara mendaftar setelah menyumbang?
Gunakan link berikut untuk sesi hari Minggu 13 Juli 2014:
https://cisco.webex.com/ciscosales/j.php?ED=275029157&RG=1&UID=2359114157&RT=MiMxNTQ%3D

Untuk Email tolong di isi dengan benar karena link webex invite akan dikirimkan ke sana. Semua pendaftar akan kita coba approve paling lambat sehari sebelum sesi.

Wednesday, July 2, 2014

Jawdat Ramadan Webex is Back!


Ramadan Kareem.

Selamat menjalankan ibadah puasa buat yg beragama Islam. Dan mohon maaf lahir batin sebelumnya.

Di bulan Ramadan ini kami dari Jawdat mengajak rekan-rekan buat belajar sambil beramal, dengan mengadakan acara “Ramadan Webex” yaitu sesi virtual meeting webex setiap hari Minggu jam 1 siang WIB dengan berbagai topik berhubungan dengan teknologi jaringan komputer khususnya di Next Generation Networks (NGN).

Topik pertama untuk hari Minggu, 6 Juli 2014 adalah Next Generation Networks (NGN), sesi yang saya presentasikan di IDNOG minggu lalu, di mana saya menjelaskan contoh transformasi design dari legacy network menjadi NGN yang multi-service, resilient dan converged. Di tambah sekitar 40 slides untuk membuat penjelasan menjadi lebih detil.

Biaya untuk ikut: menyumbang Rp 100,000,- per peserta per sesi.

Pembayaran dapat dilakukan ke Baitul Mal, dompet dhuafa, rumah yatim piatu, ke mesjid, ke lembaga penerima sedekah lain, dan juga lembaga charity maupun tempat-tempat ibadah lain sesuai dengan kepercayaan yang dianut, dengan caranya masing-masing.

Silahkan membaca FAQ berikut dan link buat pendaftaran sesi pertama hari Minggu 6 Juli 2014 jam 1 siang WIB ada di bagian bawah.

Regards,
Himawan Nugroho
Chairman at Jawdat Teknologi Indonesia
Solutions Architect at Cisco Systems
3xCCIE#8171 (R&S, Sec, SP), CCDE#2013::18

Apa tujuan dari Ramadan Webex?
Belajar teknologi jaringan komputer seperti NGN sambil beramal

Apa topik yang akan dibawakan?
Topik pertama adalah tentang NGN, presentasi yang dibawakan di acara IDNOG minggu lalu. Topik berikutnya masih dipikirkan dan bisa tentang IPv6, LISP sampai SDN

Bagaimana format acara?
Sesi webex selama 1-2 jam, di mana pembicara akan presentasi tentang materi disertai tanya jawab langsung

Siapa pembicaranya?
Sementara ini baru ada saya sendiri. Mudah-mudahan akan ada rekan-rekan pembicara lain yang tertarik bergabung

Mengapa harus menyumbang 100 ribu rupiah?
Sambil belajar sambil beramal, terutama di bulan suci Ramadan ini. Setiap pembicara pun harus membayar sebelum bisa presentasi

Kemana harus membayar?
Bisa ke Baitul Mal, dompet dhuafa, rumah yatim piatu, ke mesjid, ke lembaga penerima sedekah lain, dan juga lembaga charity maupun tempat-tempat ibadah lain sesuai dengan kepercayaan yang dianut

Apakah harus lapor dan kirim email beserta bukti pembayaran?
Tidak perlu. Urusan pembayaran itu urusan pribadi masing-masing orang dengan Nya

Bagaimana jika tidak mampu bayar?
Use your own judgement. Apakah memang benar-benar tidak bisa membayar? Apalagi setiap pembayaran yang dilakukan akan mendapat ganjaran baik langsung di dunia ini dan di after life

Bagaimana jika saya tidak bayar tapi tetap mendaftar?
Kita tidak akan mempermasalahkan. Kita tidak akan menanyakan. Itu urusan pribadi masing-masing orang dengan yang di atas

Bagaimana jika saya benar-benar tidak mampu menyumbang 100 ribu?

Silahkan menyumbang semampunya, kemudian mendaftar dan ikut sesi ini

Bagaimana cara mendaftar setelah menyumbang?
Gunakan link berikut untuk sesi hari Minggu 6 Juli 2014:
https://cisco.webex.com/ciscosales/j.php?ED=274373912&RG=1&UID=2355586607&RT=MiMxNTQ%3D 

Untuk Email tolong di isi dengan benar karena link webex invite akan dikirimkan ke sana. Semua pendaftar akan kita coba approve paling lambat sehari sebelum sesi.

Thursday, June 5, 2014

NGN di IDNOG, NGN di Jawdat

Insha Allah jika tidak ada halangan saya akan menjadi pembicara di acara IDNOG pertama di Jakarta tanggal 24 Juni nanti. Ada banyak pembicara berkualitas yang akan hadir membawakan berbagai topik menarik, dan saya diberi kesempatan untuk membawakan materi tentang Next Generation Networks (NGN). Rencananya saya akan mempresentasikan transformasi design dari legacy network menjadi NGN yang multi-service, resilient dan converged.

Silahkan menghubungi IDNOG langsung sebagai penyelenggara acara ini jika tertarik untuk datang. Terakhir saya lihat di website registrasi sudah ditutup.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saya juga akan menggunakan kesempatan datang ke Jakarta untuk mengadakan IP NGN workshop tanggal 23-26 Juni. Jika di IDNOG saya akan bicara singkat tentang transformasi design, di NGN workshop peserta akan mendapat kesempatan buat belajar arsitektur dan design secara lebih detil dan melakukan implementasi di lab. Workshop ini berdasarkan prinsip Network, Skill, Experience bertujuan untuk mencetak para Global Consultant baru di dunia jaringan komputer dan teknologi NGN, sekalian untuk mendanai perjalanan saya ke Indonesia.

Ini adalah training unik NGN satu-satunya di Indonesia yang menggabungkan skill design, skill hands-on dengan teori, dan implementasi best practice:
- 4-hari workshop interaktif di kelas
- memberikan “big picture” yaitu solusi IP NGN secara keseluruhan
- mengajarkan arsitektur dan design IP NGN secara mendalam
- mengajarkan berbagai teknologi IP NGN dari Physical Network Design, IPv6 sampai QoS dan HA
- hands on menggunakan lab Cisco IOS dan IOS XR. Topologi dibuat sesuai dengan contoh implementasi NGN di SP besar
- melatih design skill dan implementasi berdasarkan best practice
- membangun NGN Core, Edge, Internet dan VPN services sebagai team
- memberi project experience dengan individual assessment, group assignment, presentasi dan lain-lain
- cerita pengalaman project IP NGN di berbagai negara untuk perbandingan

Saya akan mengajar langsung workshop ini. Kelas akan diadakan dalam bahasa Indonesia.

Silahkan menghubungi info@jawdat.com informasi lebih detil.

Saturday, May 31, 2014

Menunda Bukan Mengubur Mimpi


Di tulisan yang lalu saya menyebutkan bahwa Jawdat akan menginisiasi upaya untuk membuat router nasional dengan kode project #RouterGaruda. Project ini sudah diperkenalkan pada saat kunjungan ke universitas di Medan dan Balikpapan, walau rencananya akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei yang lalu. Tujuan inisiatif ini adalah untuk menghidupkan semangat Research & Development di Indonesia, agar kita mau mulai menjadi produsen tidak hanya sebagai konsumen. Selain itu kita rencananya akan menggunakan kesempatan untuk mencari talenta-talenta muda dari Indonesia yang akan direkrut untuk menjadi anggota team.

Kita melihat untuk membuat produk router sendiri diperlukan ilmu, pengalaman, model bisnis dan sumber daya manusia. Ilmu sudah banyak dikumpulkan karena baik pencetus maupun simpatisan ide ini berasal dari orang-orang Indonesia yang sudah lama berkecimpung di industri jaringan komputer dan telekomunikasi di berbagai belahan dunia. Untuk pengalaman kita sempat belajar tentang supply chain untuk produksi ke beberapa pebisnis dari Indonesia maupun dari luar yang sudah berhasil membuat produk computer networking sendiri. Tentunya ini dengan asumsi router yang akan dihasilkan berupa hardware, karena alternatif lain produk router adalah yang berupa virtualized network function seperti Cisco CSR1000v atau network software yang bisa dipasang di hardware apapun seperti buatan Cumulus Network. Model bisnis tidak menjadi fokus utama karena tujuan hari ini adalah baru sampai ke pembuatan prototype atau yang biasa disebut Minimum Viable Product (MVP). Sehingga fokus pertama kita adalah mencari atau membentuk Sumber Daya Manusia.

Oleh karena itu tadinya kita berniat meluncurkan kompetisi men design router untuk para mahasiswa sebagai cara untuk menjaring talenta muda. Rencana awal adalah dengan meluncurkan kompetisi ini pada tanggal 2 Mei dan pengumuman pemenang pada saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus. Pemenang yang bisa berupa individu maupun team akan mendapat hadiah uang tunai dan ditawarkan untuk bekerja di Jawdat, bisa langsung atau nanti setelah lulus kuliah, untuk berusaha membuat ide dan hasil design nya menjadi kenyataan.

Sayangnya karena ada masalah non-teknis ide ini tidak jadi diluncurkan pada tanggal 2 Mei. Saya pribadi masih sempat optimis kita akan tetap mengumumkan kompetisi ini di bulan yang sama. Setelah melalui diskusi dan berbagai pertimbangan beberapa minggu, pada hari ini saya menyatakan ide ini ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Ideas are cheap. Execution is everything.

Saya tidak akan membuat banyak alasan mengapa Jawdat harus menunda eksekusi ide ini. Saya selaku Chairman dari Jawdat Teknologi Indonesia hanya bisa memohon maaf untuk penundaan ini. Dan mudah-mudahan ketika waktunya tepat, Jawdat akan bisa meluncurkan program ini kembali di masa depan.

Terima kasih buat para pencetus ide maupun simpatisan, dan semua pihak yang sudah bersemangat mengembangkan ide ini.

Tuesday, March 11, 2014

Mengubah Persepsi di Medan, Balikpapan, dan #RouterGaruda


Saya sekarang sedang berada di Dubai International airport, menunggu penerbangan ke Jakarta. Insha Allah jika semua lancar hari Kamis - Jum'at tanggal 13-14 Maret ini saya dan team Jawdat akan mengunjungi USU Medan dan STIKOM Balikpapan untuk membawakan seminar "Mengubah Persepsi Professional Indonesia di Global Market". Selain akan berbagi cerita dan pengalaman bekerja di berbagai negara, saya juga akan memberikan informasi tentang trend terbaru di industri computer networking seperti SDN dan IoE.

Seminar ini diadakan untuk menjawab undangan dari berbagai universitas di daerah. Tidak ada niat untuk menjadikan ini ajang untuk mengumpulkan dana. Bukan juga untuk mencari publikasi. Tidak ada niat untuk menjadi terkenal. Apalagi melakukan kampanye partai politik terselubung :) Semua biaya dari penerbangan sampai akomodasi ditanggung oleh Jawdat sendiri. Kita sudah merasa terhormat untuk diundang, dan tidak meminta apa-apa dari pihak universitas selain mengharap diberi ruangan dan projector. Team Jawdat yg ikut tidak mendapat keuntungan finansial, malah kita semua mengambil cuti pribadi.

Lalu mengapa mau repot-repot mengunjungi berbagai universitas di daerah?

Karena kita di Jawdat punya mimpi. Mimpi untuk melihat lebih banyak orang Indonesia berkompetisi di global market baik di dalam maupun luar negri. Mimpi melihat konsultan Indonesia mengambil alih pekerjaan di negri sendiri yang sampai sekarang masih banyak dilakukan oleh konsultan asing. Mimpi bisa menghasilkan lebih banyak professional Indonesia yang memiliki pola pikir global.

Dan di Jawdat kita percaya bahwa untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu kita harus mengajak semua orang, baik professional maupun mahasiswa Indonesia, untuk mengubah persepsi.

Persepsi apa yang mau diubah?

Persepsi dunia tentang Indonesia. Persepsi perusahaan global yang tidak memandang Indonesia sebagai sumber resource para professional kompeten. Persepsi perusahaan Indonesia yang masih menganggap skill professional kita masih kalah dari skill professional bangsa lain sehingga memilih untuk memperkerjakan professional asing.

Dan satu persepsi lain yang ingin kita ubah: persepsi bahwa Indonesia adalah negri konsumen.

FaceBook memasukkan Indonesia sebagai top 10 country dengan jumlah user yang melebihi 70 juta orang. Blackberry meluncurkan handset terbaru Z3 dengan kode 'Jakarta' yg akan diperkenalkan pertama kali buat orang Indonesia. Trending topic membahas para selebriti Indonesia bisa membuat server Twitter kewalahan. Persepsi apa yang terlihat di sana? Bahwa Indonesia adalah negri konsumen. Jumlah penduduk yang banyak membuat kita selalu menjadi target pemasaran dari produsen-produsen barang maupun service dari luar negri.

Di bidang computer networking pun kita hanya bisa menjadi konsumen. Konsumen dari produk networking. Konsumen dari router dan switch buatan luar negri. Konsumen dari program sertifikasi. Dan lain-lain.

Untuk mengubah persepsi itu, Jawdat memberanikan diri menginisiasi upaya untuk membuat router nasional dengan kode project #RouterGaruda. Project ini akan mulai diperkenalkan pada saat kunjungan ke Medan dan Balikpapan, walau secara resmi akan kita luncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Kita memang akan melibatkan para mahasiswa dan pihak akademisi untuk bisa mewujudkan ide router nasional ini.

Di Jawdat latar belakang kita memang berasal dari berbagai perusahaan produsen produk computer networking maupun perusahaan telekomunikasi global. Tapi kita terus terang tidak punya pengalaman mendalam dalam hal memproduksi barang. Tapi kita melihat itu justru sebagai peluang. Peluang untuk mencoba melakukan hal yang belum pernah dilakukan. Peluang untuk menghidupkan semangat Research & Development di Indonesia. Peluang untuk mengubah persepsi.

Silahkan tunggu informasi berikutnya dari project #RouterGaruda.

Himawan Nugroho
Co-founder and Chairman
Jawdat Teknologi Indonesia
"Transforming Generations"
www.jawdat.com

Tuesday, January 28, 2014

CCIETalk 2 Feb: CCIE R&S Version 5


Saya masih berada di Milan dalam rangka menjadi pembicara di Cisco Live, dan berdiskusi dengan banyak customer di sesi Design Clinics dan Meet the Engineer. Sebagai satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pembicara di Cisco Live US, Australia dan Europe selama 3 tahun terakhir, saya ingin mengubah persepsi dunia tentang skill dan kemampuan kita, bahwa professional Indonesia punya kompetensi yang tidak kalah bahkan untuk berkompetisi di global market. Mari kita semua mengubah persepsi.

Dan sebagai oleh-oleh, hari Minggu ini saya akan mengadakan sesi webex gratis tentang penjelasan CCIE R&S Version 5 khusus hanya untuk orang Indonesia. Menggunakan materi yang saya presentasikan di Cisco Live, dan juga berdasarkan pengalaman saya membantu pembuatan materi ujian, sesi ini saya adakan untuk memberi informasi terlebih dahulu ke orang-orang Indonesia yang tertarik ingin menjadi CCIE.



Dalam CCIETalk Minggu 2 Feb 2014 saya akan membawakan topik “CCIE R&S Version 5” untuk membahas agenda berikut:
- Overall CCIE Program
- New CCIE R&Sv5 Curriculum
- New CCIE R&Sv5 Exam Format
- Sample Questions
- Preparation Materials
- Questions & Answers

CCIETalk adalah sesi presentasi persembahan CCIE Club Indonesia menghadirkan CCIE sebagai pembicara dgn topik pembahasan hal-hal yg berkaitan dgn teknologi computer networking, cerita project, sertifikasi, sharing pengalaman dan yg lainnya. Menggunakan aplikasi virtual meeting Webex, sesi ini terbuka buat siapa saja yg tertarik dgn topik pembahasan.

Perhatian:
Untuk meningkatkan kualitas, sesi CCIETalk ini dibatasi hanya untuk maksimum 99 peserta. Mohon jangan mendaftar jika anda tidak yakin bisa mengikuti sesi. Dan anda tetap harus mendaftar walau sudah pernah ikut sesi Webex sebelumnya

Tanggal: Minggu, 2 Feb 2014
Waktu: Jam 1 siang waktu Jakarta (GMT+7)
Topik: CCIE R&S Version 5
Target peserta: professional Indonesia yang tertarik untuk menjadi CCIE
Perhatian: sesi terbatas hanya untuk maksimum 99 peserta

Link untuk registrasi di WebEx
https://cisco.webex.com/ciscosales/j.php?ED=252799152&RG=1&UID=2230948192&RT=MiMxNTQ%3D

Berikut FAQ tentang sesi WebEx ini.

Bagaimana cara mendaftar?
Klik link yg disediakan dan isi data-data dgn benar.
(Note: Please don’t register if you are NOT Indonesian. The session will be conducted in my native language. Thanks)

Bagaimana cara mendapat approval?
Isi data-data yg diminta dgn benar. Perhatian: sangat penting untuk mengisi email yg benar ketika mendaftar!

Apakah harus mengirim email ke Himawan dgn isi “saya sudah daftar”?
Tidak perlu. Kalau datanya keliatan benar (contoh: nama asli, pekerjaan, email, kota dll) pasti akan di approve.

Setelah mendaftar lalu apa?
WebEx invite akan dikirim melalui email. Di invite ini ada link buat join sesi Minggu nanti berikut data lain seperti password dan nomer telpon WebEx yg bisa dihubungi jika tidak menggunakan fasilitas callback yg disediakan (silahkan liat jawaban tentang cara mendengar audio).

Apakah ada software yg harus di install untuk bisa join WebEx?
Hari minggu nanti ketika link di WebEx invite di klik, dan ini adalah pertama kali ikut WebEx, ada plugin/client yg harus diinstall tapi biasanya ini otomatis tinggal mengikuti prosesnya saja.

Fitur apa yg ada di sesi WebEx nanti?
Di WebEx peserta bisa melihat slide presentasi, mendengar audio, melihat video dari pembicara dan peserta lain kalo mereka sharing video juga, dan bisa chat ke presenter secara private atau ke semua peserta.

Berapa minimum bandwidth yg diperlukan untuk memakai client?
Karena ada slide dan video berukuran kecil di dokumentasi ditulis antara 90 - 130 kbps jika ingin terlibat mengirimkan video juga. Tapi saya pernah dengar ada yang join sesi WebEx yg terdahulu dgn Internet dial-up dan masih bisa melihat slide walau ada delay. Audio menggunakan telpon jadi tidak berhubungan dengan bandwidth.

Bagaimana supaya bisa mendengar audio?
Nanti begitu join ada pop-up window untuk mengisi nomer telpon untuk di callback oleh sistem. Bisa juga dgn cara klik “join conference” dari menu dan akan muncul pop-up window yg sama. Isi kode negara (misal 62 buat Indonesia) dan nomer telpon biasanya tidak perlu angka 0 di depan jadi buat Jakarta misalnya ‘215551234′ atau buat HP ‘8115551234′. Cara lain adalah dgn menelpon nomer WebEx yg disediakan di WebEx invite (silahkan liat jawaban berikutnya) atau menggunakan PC audio melalui Voice over IP.

Apakah bisa tidak memakai WebEx client, hanya mengikuti audio saja?
Bisa. Untuk memakai fasilitas callback seperti disebutkan di poin sebelumnya, harus join dulu dengan client dan memasukkan nomer telpon yg ingin di callback. Tapi jika hanya ingin join melalui audio, misal karena tidak ada Internet untuk menggunakan client, maka silahkan telpon nomer WebEx yg disediakan di WebEx invite dan ketika ditanyakan masukan nomer WebEx meeting yg bisa ditemukan di invite juga.

Jika saya memasukkan nomer HP/GSM dan di callback oleh WebEx, apakah akan terkena roaming?
Masalah roaming itu berkaitan dgn servis dari provider mobile/GSM yg digunakan ketika anda berada di luar area tempat anda terdaftar di servis. Silahkan cek dgn provider GSM tersebut.

Bagaimana cara bertanya di sesi WebEx nanti?
Semua peserta akan di mute ketika join, jika ada pertanyaan silahkan gunakan fasilitas chat dan kirimkan pertanyaan ke semua orang tidak perlu private. Nanti diusahakan untuk langsung dibahas.

Mengapa sesi seperti ini selalu diadakan di hari Minggu?
Karena kita tidak mau sesi ini mengganggu kegiatan di hari kerja.

Apakah sesi ini akan direkam?
Ya, dan rekaman tersedia buat peserta CCIE93.

Thursday, January 23, 2014

Mengubah Persepsi


Alhamdulillah saya baru saja selesai memberikan workshop design terakhir untuk perusahaan telekomunikasi incumbent di KSA, sebagai bagian dari project network architecture assessment dan re-design. Ini adalah project design besar dengan tingkat kompleksitas tinggi, bukan hanya karena teknologi beragam mulai dari IGP, MPLS TE, FRR, L3VPN, L2VPN, IPTV, Broadband Internet, IPv6, Mobile IP RAN sampai Services Resiliency. Tapi juga target waktu yang sangat ketat, ekspektasi yang tinggi dari customer, harus melakukan workshop design setiap minggu di Riyadh, kurangnya informasi, dan tekanan dari semua pihak.

Project ini dimulai dengan eskalasi sampai ke level top management karena tidak ada consultant yang mampu mengerjakan, atau yang mau, atau kombinasi keduanya. Project besar dan kompleks, dengan berbagai hal tidak ideal seperti disebutkan di atas, memang bukan kerjaan favorit banyak orang. Saya juga tentunya lebih menyukai untuk tidak mengerjakan project seperti itu, terutama karena banyaknya masalah non-teknis yang harus diatasi. Hanya saya sudah sering dan terbiasa mengerjakan project sulit di Cisco, bahkan sudah memiliki reputasi sebagai 'network janitor'.

Project besar dan kompleks itu seperti memakan gajah. Bagaimana cara memakan gajah? Dipotong kecil-kecil kemudian dikunyah satu-satu. Yang saya sering temui di lapangan:

- Dikasih tahu cuma makan tikus, gak taunya makan gajah
- Gajahnya tidak ada, harus dikejar-kejar dulu
- Gajahnya lagi marah-marah langsung mengejar kita
- Disangka mau makan gajah, ternyata makan dinosaurus!

Sekedar menggambarkan kalau di dunia nyata walau perusahaan global sebesar apa juga masih bisa menghadapi masalah di lapangan: sales menjual project dengan scope pekerjaan yang kecil yang tidak sesuai dengan scope ekpektasi customer, atau memulai project tanpa scope pekerjaan sehingga harus membuat dari awal, atau memulai project ketika customernya sudah marah-marah bisa jadi karena janji-janji dari sales yang ternyata tidak bisa ditepati, atau ketika bertemu customer di awal project baru menyadari kalo scope pekerjaan yang harus dilakukan jauh lebih besar dan sangat berbeda dari scope awal.

Sebenarnya buat consultant seperti saya selalu ada pilihan untuk tidak mengambil project. Selalu ada pilihan untuk meninggalkan customer begitu ada hal yang tidak sesuai di scope project. Ketika misalnya di Malaysia consultant dari Australia yang seharusnya memimpin workshop tidak muncul, saya punya pilihan untuk pergi dari ruangan tapi malah memilih mengambil alih workshop walau tanpa persiapan. Ketika customer di Vietnam mengirim fax berisi pernyataan bahwa mereka akan menuntut Cisco jika migrasi Data Center mereka gagal, saya punya pilihan untuk tidak terlibat tapi malah memilih untuk langsung terbang ke sana untuk memimpin team project. Ketika saya pertama kali bertemu customer di KSA dan menyadari bahwa scope pekerjaan yang harus dilakukan tidak mungkin bisa dicapai karena kurangnya informasi dan waktu yang tidak masuk akal, sampai direktur saya pun waktu itu memberikan pilihan untuk lari keluar dari project dan terbang pulang tapi malah memilih untuk tetap tinggal dan mulai bekerja.

Kenapa saya memilih untuk tidak lari? Karena saya ingin mengubah persepsi.

Di Jawdat pun kita melakukan hal yang kurang lebih sama. Ada banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan, kita memilih untuk melakukan transformasi generasi muda Indonesia untuk menjadi globally competitive professionals. Ada pilihan untuk menjual kelas training program sertifikasi seperti halnya lembaga-lembaga training lain, kita memilih untuk melakukan inovasi dengan membuat banyak training model baru yang mengedepankan unsur koneksi, skill yang sebenarnya, dan pengalaman. Ada banyak peluang bisnis di dalam negri, kita memilih untuk mengirimkan peserta program training Jawdat untuk terlibat di project dari Singapore sampai Nigeria, dan terus-menerus mencoba mencari berbagai project baru di Middle East.

Kenapa kita memilih untuk melakukan itu semua? Karena kita ingin mengubah persepsi.

Persepsi apa yang mau diubah?

Persepsi dunia tentang Indonesia. Persepsi perusahaan global yang tidak memandang Indonesia sebagai sumber resource para professional kompeten. Persepsi perusahaan Indonesia yang masih menganggap skill professional kita masih kalah dari skill professional bangsa lain sehingga memilih untuk memperkerjakan professional asing.

Mengapa penting untuk mengubah persepsi?

Sebagai contoh, perusahaan global seperti Cisco memiliki sumber resource professional atau talent pool di Cina, India dan Polandia untuk mengkonsolidasi cost human resource. Jika ada project yang membutuhkan banyak resource, maka project manager atau technical leader bisa menggunakan professional dari talent pool tersebut. Saya sendiri sering memimpin project di berbagai negara di EMEA dan menerbangkan resource dari India untuk menjadi member team selama project.

Mengapa tiga negara itu terpilih sebagai talent pool?
Kalau di Cina saya maklum karena banyak customer di Cina dan sekitarnya yang membutuhkan professional yang bisa berbahasa mereka. Kalau di Polandia saya maklum karena mereka tidak membutuhkan visa untuk terbang dan bekerja di berbagai negara-negara Eropa yang tergabung dalam Schengen. Kenapa India? Karena ada persepsi bahwa di India tersedia banyak resource yang memiliki skill dan kemampuan komunikasi yang baik dengan bayaran yang relatif murah.

Apakah benar resource professional dari India lebih baik dari professional Indonesia?
Dari pengalaman saya memimpin mereka dalam project, sebenarnya kemampuan professional kita tidak kalah bahkan bisa lebih baik. Untuk kemampuan berkomunikasi pun kita tidak kalah walau bahasa Inggris bukan bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Buktinya ada banyak rekan-rekan professional Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan global di luar negri dan mengisi posisi-posisi strategis.

Apakah benar resource professional dari India lebih murah dari professional Indonesia?
Tentu tidak. Apalagi untuk pekerjaan di dalam negri, professional kita tentunya lebih murah karena tidak mendapat paket expat seperti professional dari India yang datang ke Indonesia.

Sayangnya, ada persepsi bahwa di India tersedia banyak resource yang memiliki skill dan kemampuan komunikasi yang baik dengan bayaran yang relatif murah.
Sayangnya, ada persepsi bahwa Indonesia adalah bangsa konsumen dan pangsa pasar besar buat barang konsumtif, tapi bukan penyedia resource professional kompeten.
Sayangnya, bahkan masih banyak perusahaan di Indonesia yang memperkerjakan professional dari India untuk pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan oleh professional dalam negri.
Sayangnya, perception is new reality.

Persepsi bisa jadi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, dan bisa menghasilkan keputusan yang tidak tepat misalnya untuk perusahaan di Indonesia yang masih lebih memilih untuk memperkerjakan professional asing.

Kalau memang kenyataannya professional Indonesia kompeten, tapi tetap tidak mendapat kesempatan karena persepsi yang salah, maka persepsinya yang harus diubah terlebih dahulu.

Tidak semua orang harus ikut kelas training atau harus setuju dengan ide-ide kita di Jawdat. Tapi setiap dari kita bisa ikut serta mengubah persepsi dunia tentang skill dan
kemampuan professional Indonesia.

Mari kita semua mengubah persepsi.

Himawan Nugroho
- ditulis di iphone notes dalam penerbangan antara Riyadh ke Dubai